Film The Vow (“Love Never Be The End”)
Support by: http://krazymarket.com/
Film ini mengisahkan Leo, yang harus berjuang sekuat tenaga
untuk meraih kembali cinta sang istri, Paige. Memori Paige lenyap setelah
kecelakaan mobil yang mereka alami.
Film ini ternyata diangkat dari kisah sejati Kim dan
Krickitt Carpenter, pasangan pengantin baru dari Las Vegas, New Mexico. Hanya
10 minggu setelah menikah, suatu kecelakaan mobil mengakibatkan Krickitt
mengalami koma selama empat bulan. Ketika akhirnya tersadar, ia kehilangan
memorinya. Krickitt bahkan tidak tahu siapa Kim, yang selalu mendampinginya
saat itu.
yang menjadi masalah justru memori jangka pendeknya, karena
ternyata jauh lebih parah dan rusak secara permanen. Memorinya selama dua tahun
sebelum kecelakaan tersebut hilang seluruhnya, tahun-tahun dimana ia bertemu
dan menikahi Kim. Hingga saat ini, 18 tahun setelah peristiwa itu terjadi,
memori tersebut tak pernah kembali.
"Ketika ditanya perawat apakah aku ingat suamiku, aku
bilang aku tidak menikah," kenang Krickitt. "Aku bisa mengingat nama-nama
beberapa mantan kekasihku, tapi aku tak ingat pria yang tidak pernah
meninggalkan diriku selama berbulan-bulan di rumah sakit ini."
Ketika ditunjukkan foto-foto dan video pernikahannya,
Krickitt tetap tak mampu mengingat apapun. Ia merasa mengenali gadis dalam gaun
pengantin yang tengah berjalan memasuki lorong gereja itu sebagai dirinya dalam
versi muda. Sayangnya, ia tak bisa mengingat apa yang dirasakan gadis dalam
video tersebut.
"(Setelah kecelakaan) Dia bukan hanya tak ingat bahwa
kami menikah, tapi juga tidak mengenaliku," timpal Kim, yang kini 46
tahun. "Aku sangat kecewa, tentunya, tapi aku mencoba untuk tidak
membesar-besarkannya, karena aku begitu senang ia masih hidup."
Kim bertekad untuk tidak meninggalkan Krickitt, sampai sang
istri menatapnya dengan kesadaran penuh dan mengatakan bahwa semuanya telah
berlalu. Tekadnya yang kuat untuk merehabilitasi Krickitt ternyata tidak
diterima oleh perempuan muda ini. Maklum, cidera kepala tersebut ternyata juga
mengubah kepribadian Krickitt. Ia menjadi pemarah, tidak sabaran, dan agresif,
sangat berlawanan dari sifatnya yang ceria dan bersemangat dulu.
Kim sendiri mengakui, perannya seolah berubah dari suami
menjadi ayah. Ia berkeras memasukkan Krickitt ke rehabilitasi. Mantan pesenam
yang lincah itu kini bahkan tidak mampu berdiri. Krickitt membenci terapi
tersebut, dan membenci Kim karena memaksanya melakukannya. Krickitt mengusir
Kim berulangkali.
Orangtua Krickitt turut berusaha mengingatkan bahwa Kim
adalah suaminya, sehingga Krickitt merasa ia pasti sangat mencintai pria itu
dulu. Tetapi semakin ia berusaha mengenal dan menyayangi Kim, perasaan itu tak
juga hadir. Meski begitu, berpisah bukan pilihan terbaik bagi keduanya.
Kim memegang teguh janji perkawinannya, dan tidak berniat
meninggalkan sang istri dalam keadaan terpuruk. Sepahit apapun pertengkaran
yang mereka alami, tidak membuatnya berhenti mencoba memperbaiki hubungan.
Perlahan, rasa cinta pada Kim mulai tumbuh. Krickitt
mengakui, cinta yang dirasakannya tidak berbunga-bunga seperti dulu. "Saat
bersamanya, jantungnya tidak berdebar-debar, kakiku tidak terasa lemas. Aku
ingin sekali merasakannya, tapi bukan itu kenyataannya. Kini aku membuat
keputusan untuk mencintainya," papar Krickitt, yang terus belajar untuk
mencintai pria ini.
Sebelas tahun setelah kecelakaan terjadi, pasangan ini
akhirnya dikaruniai anak. Kini Krickitt memiliki banyak kenangan baru bersama
Kim. Hubungan mereka memang tak pernah sama seperti sebelum kecelakaan terjadi,
namun ia merasa lebih kuat menjalaninya. Ia berharap, kisah hidupnya yang
difilmkan dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk memegang teguh janji
perkawinan, dan berkomitmen sebagai orang dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar